Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Gladhi Madya 2014, Sebuah langkah baru



“Marilah semua jaga budaya, dengan doa semangat kerjasama.
 Agar tidak musnah budaya nusantara bangsa kita Indonesia”

Suara para penyanyi lancaran UKJGS terdengar dari hall gelanggang mahasiswa UGM pada malam, 20 Juni 2014 yang lalu. Lagu kebanggan dari UKM UKJGS berkumandang di awal acara Gladhi Madya malam itu. Para penyanyi yang juga anggota baru UKJGS angkatan 2013 bernyanyi dengan semangat. Tim karawitan UKJGS angkatan 2013 juga menampilkan repertoar Gugur Gunung Medley Api Revolusi. Pada akhirnya acara wajib yang dilakukan tahunan itu terlaksana juga setelah beberapa kali perubahan dan penundaan demi kebaikan bersama.

Dibuka dengan penampilan oleh tim karawitan UKJGS angkatan 2013 acara ini dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Penonton mulai berdatangan menyaksikan dengan berbekal jajanan merakyat yang sengaja disediakan oleh UKJGS. Pembukaan dengan siluet penari perempuan di latar sungguh membuat penonton kagum saat itu. Kemudian acara di teruskan oleh penampilan tim tari putri yang menampilkan Tari Gambyong Pareanom yang lemah gemulai.





Dalam acara Gladhi Madya 2014 divis tari putri UKJGS menampilkan 3 tarian. Selain tari Gambyong Pareanom mereka juga menampilkan Tari merak yang menceritakan burung merak jantan yang sedang menarik perhatian sang burung betina dengan gerakkannya yang indah, sedangkan yang lain adalah Tari Dombanini Banyumasan  yang cendrung ceria dan centil gerakkannya.

Dan satu – satunya grup yang berisi laki – laki dari divisi tari putra menampilkan tari dengan tema kerakyatan yang mereka garap sendiri dengan iringan live dari tim karawitan. Selain dari divisi karawitan, divisi tari putrid dan tari putra, penampilan lain dari UKJGS yaitu tari Ciblon juga sangat ditunggu. Tari ini sempat dibawakan di event Solo Menari 24 jam beberapa bulan silam, dengan repetoar asli ciptaan dari Pak Joko Suwito pelatih karawitan UKJGS.

Tak hanya sampai di situ UKJGS juga kedatangan tamu dari UKM tetangga yaitu Swagayugama dan UTB (Unit KesenianTari Bali) yang menyumbangkan penampilan mereka di acara malam itu. Dan pada penghujung acara yang ditunggu – tunggu. Penampilan wayang dengan lakon “Sesaji Raja Suya” yang dibawakan apik oleh Rafif Pujasmara dari Fakultas Kehutanan angkatan 2013. Sesekali ia menyanyikan syair – sayir lagu jawa yang berpadu dengan gerakan tangannya yang piawai memainkan wayang di keduatangannya menemani seluruh penonton hingga larut malam. 



Tak terasa malam semakin larut, lelah sudah menggelayuti badan dan pikiran para penampil. Namun esok mereka akan kembali bersemangat membawa warisan budaya ini. Mengatakan kepada dunia bahwa kamilah generasi muda yang berbudaya yang tak akan berhenti karena lelah. Hidup! Bagi pejuang budaya Indonesia. Kami bangga menjadi salah satu pewaris budaya bangsa Indonesia. Sampai jumpa di Gladhi Madya 2015.


Kamis, 05 Juni 2014

We Are Ready for PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah)

Di awal tahun 2014, UKJGS berkesempatan untuk memeriahkan festival gamelan di Malaysia. Dan bulan ini tepatnya pada tanggal 6 Juni 2014 UKJGS turut mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah. Pekan Seni Mahasiswa Daerah yang kemudian lebih dikenal dengan PEKSIMIDA, merupakan kompetisi kesenian yang diadakan setiap dua tahun sekali. PEKSIMIDA ini diadakan di berbagai daerah. Dan siapa yang menjadi juara di PEKSIMIDA akan diajukan sebagai perwakilan tim daerah untuk berkompetisi pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional. Keistimewaan PEKSIMIDA bagi UKJGS adalah dapat menjaga hubungan baik dengan Unit Tari Bali dan SWAGAYUGAMA. Mengapa demikian? Pengajuan tim dari UGM yang akan mengikuti PEKSIMIDA kategori tari adalah gabungan dari ketiga UKM ini (UKJGS, UTB, dan SWAGAYUGAMA). Melalui proses penyaringan penari, maka didapat 7 penari dari ketiga UKM. Dan 3 penari diantaranya adalah UKJGS. Berlatih secara rutin, disiplin, dan tidak kenal menyerah menjadi semangat mereka untuk menunjukkan yang terbaik pada saat pentas nantinya. 

Bertempat di UNY Stage Tari Tedjo Kusuma tim tari UGM akan berkompetisi. Tari apa yang akan mereka tampilkan? Tari kontemporer berjudul Gawe Urup lah yang akan ditampilkan mereka. Tari Gawe Urup ini menceritakan tentang kaum buruh yang rajin bekerja namun mereka adalah kaum yang terpinggirkan. Walaupun demikian mereka (kaum buruh) tetap bahagia dan bekerja keras demi keberlangsungan hidup mereka. Gerakan tari yang lincah menambah nilai estetika cerita kaum buruh yang ingin disampaikan. Semangat teman-teman UKJGS, UTB, dan SWAGUYAGAMA yang tergabung dalam tim tari PEKSIMIDA mewakili UGM. Berikan yang terbaik!


Sabtu, 31 Mei 2014

Gladhi Madya untuk Mereka “Penerus Warisan Budaya”

           

             Menjadi anggota baru UKM UKJGS UGM adalah kebanggan tersendiri bagi beberapa orang. Menarikan berbagai tarian tradisional Jawa dengan gaya Surakarta dan juga memainkan alat musik tradisonalnya. Tak ada yang bisa menghentikan rasa bahagia yang amat dalam ketika melihat orang lain bertepuk tangan atas tampilan – tampilan yang sudah sering disuguhkan oleh UKJGS. Tapi dibalik semua itu berbagai hal terjadi untuk menemukan penerus warisan budaya ini. Ratusan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia masuk ke dalam UKM ini setiap tahunnya. Dan dari ratusan itu menyisakan orang – orang yang benar – benar mau berjuang melestarikan warisan budaya ini. Kali ini mereka berada di sebuah babak baru. Setelah melewati pengukuhan mereka di Gladhi Purwo, kali ini mereka pada tanggal 20 Juni 2014 bertempat di Hall Gelanggang UGM akan mendapatkan pengukuhan di Gladhi Madya.
            Gladhi Madya adalah pentas bagi anggota baru UKJGS. Acara rutin setiap tahun ini, dimaknai sebagai panggung pertama mereka untuk mempersembahkan budaya Jawa dihadapan masyarakat luas. Mengusung tema “Langkah Pertama, Generasi Muda Berbudaya” pentas Gladhi Madya nantinya akan memberikan pelajaran berarti bagi anggota baru tentang kepercayaan diri, menghargai tentang proses latihan, dan rasa menghargai tentang budaya sendiri.
Acara ini akan menampilkan berbagai tampilan dari seluruh divisi yaitu divisi tari putra dan putri, divisi karawitan dan divisi pedhalangan. Dari divisi tari putri akan menampilkan tari Gambyong, tari Domba Nini dan tari Merak, sedangkan tari putra akan menyajikan suguhan tari kerakyatan. Divisi karawitan akan membawakan dua repertoar. Dibimbing pelatih karawitan UKJGS yaitu Pak Joko Suwito. Anggota baru ini akan membawakan lancaran UKJGS dan Lancaran Api Revolusi. Tidak ketinggalan juga repertoar yang dibawakan UKJGS pada acara FESCO di Malaysia, Ciblon juga akan dimainkan di Gladi Madya nanti.
Sebagai puncak acara dan sebuah hal yang baru. Cukup langka mencari penerus untuk bidang pedhalangan. Menjadi Dhalang bukanlah hal yang mudah. Namun di UKJGS ada satu anggota yang menjadi salah satu penerus berbakat. Rafif Pujasmara namanya. Laki – laki 18 tahun dan seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang berasal dari kota Solo ini mengajukan dirinya untuk membawakan sebuah kisah melalui medium budaya yaitu wayang. Dengan judul “Sesaji Raja Surya” yang mengisahkan Prabu Pandudewanata melakukan sesaji surya.
Ketika ditanya mengapa memilih mengeluti divisi pedhalangan, laki – laki ini tersenyum malu - malu. Dia mengatakan bahwa sejak kecil sudah terbiasa dengan lingkungan seni dari kedua orangtuanya yang bekerja sebagai pengajar di sekolah menengah karawitan di kota kerak nasi itu. Bahkan sejak TK sudah berlatih untuk mendalang. Sebuah kebiasaan yang sangat jarang ditemui di jaman sekarang. Di usianya yang masih tergolong muda Rafif sudah bisa menguasai beberapa instrumen dalam gamelan bahkan instrumen musik yang lain.
Tak hanya membawakan cerita dalam pewayangan, dia juga ikut andil dalam pementasan di divisi karawitan dengan teman – teman anggota UKJGS lainnya. Ia terus mengasah kemampuannya untuk tampil dalam Gladhi Madya 2014 ini. Mempersiapkan penampilan terbaiknya dan terus berdoa kepada Tuhan. Tak lupa ia juga menyampaikan sebuah pesan untuk para penerus bangsa ini. “Jadilah generasi muda yang kuat dan berjiwa seni”.

Banyak kejutan lain yang nantinya dipersembahkan oleh anggota baru UKJGS pada pentas Gladhi Madya. Nyatanya para penerus warisan bangsa memanglah generasi muda. Generasi yang selalu berpikiran luas, bersemangat, dan memandang ke depan. Generasi yang tak akan pernah malu pada apapun yang dimiliki tanah airnya. Itulah pada hakekatnya tugas kita semua menjadi penerus bangsa ini.
                                                                                                                    By : Rosyida Arbil

Senin, 05 Mei 2014

UKJGS Goes to World Dance Day 2014




Happy World Dance Day! Pada perayaan Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April 2014 , UKM UKJGS ikut berpartisipasi pada event besar yang diselenggarakan oleh dinas pariwisata kota Solo. Solo menari 24 jam mengangkat tema “Dancing Out Loud, Suara Tubuh membuka hati”. Nah, 5 penari cantik yaitu Hesty, Tiara, Cinta, Astri dan Melia mewakili UKJGS untuk berlenggang di panggung Solo Menari 24 jam. Event ini diadakan sejak pukul 06.00 pagi sampai jam 06.00 pagi tanggal 30 April 2014. Dan UKJGS mendapatkan giliran untuk pentas pada pukul 01.00 di teater kapal ISI Solo.
Untuk acara ini tim dari UKJGS membawakan tarian kreasi baru ciptaan dari mereka sendiri. Diiringi dengan repertoar Ciblon yang merupakan ciptaan dari Pak Joko Suwito pelatih karawitan UKJGS. Tarian ini memiliki konsep sederhana dengan gerakan ceria, diselingi gerakan menyerupai air. UKJGS mempersembahkan karya terbaiknya dengan usaha yang luar biasa.

Event ini tidak hanya diikuti dari sekitaran Solo saja, tapi juga diikuti oleh beberapa penampil dari luar negeri. Seperti dari negara Malaysia, Singapura, dan Belanda yang menampilkan tarian dari negara asal mereka. Solo Menari 24 Jam mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Solo melihat tahun ini adalah tahun ke-8 dari acara Solo menari 24 jam. Dan tahun ini adalah tahun pertama UKJGS mengikuti acara ini. Semoga untuk tahun selanjutnya UKJGS bisa mengikuti event ini lagi.

Writers : Rosyida Arbil


Minggu, 20 April 2014

SUKADAYA, Sukacita, Kebersamaan Dua Negara UKJGS UGM dan Malaysia


Berlatih tari Zapin (Foto by: Zoƫ)

SUKADAYA, Sukacita, Kebersamaan Dua Negara UKJGS UGM dan Universiti Malaya Saling bertukar budaya adalah satu hal yang menarik dan memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Nah, pada tanggal 6-11 April lalu UKJGS UGM kedatangan tamu spesial dari Kuala Lumpur. Tepatnya dari mahasiswa Universiti Malaya. Kedatangan mereka adalah untuk memenuhi program pertukaran budaya yang dinamakan dengan SUKADAYA (Sukarelawan dan Pertukaran Budaya) 2014. Selama kurang lebih satu minggu kami (UKJGS dan mahasiswa Universiti Malaya) banyak bertukar ilmu tentang kebudayaan dari masing-masing negara. Pada tanggal 6 April saat kedatangan mereka, UKJGS pertama kali memperkenalkan mereka pada makanan tradisional Jawa, yaitu lotek. Tak disangka mereka begitu senang dan mendapatkan cita rasa baru. Kesan pertama yang bagus, bukan? Pada malam harinya di hari yang sama, kami mengadakan sarasehan. For a simple reason, sarasehan ini untuk memperkenalkan dan mengakrabkan mahasiswa Universiti Malaya kepada Pengurus Harian UKJGS UGM. Suasana yang sederhana menghangatkan suasana sarasehan. Perbedaan bahasa tak begitu mengganggu kami. Sarasehan pun diawali dengan kata sambutan dari Prof. Timbul selaku pembina UKJGS UGM dan dilanjutkan dnegan kata smabutan dari Bapak Ramli selaku pembina dari Universiti Malaya. 24 mahasiswa Universiti Malaya dengan PH UKJGS UGM mulai saling mengenal dan ternyata Berakhirnya acara malam itu menjadi awal bagi kami untuk terus menjalin hubungan yang baik atas nama budaya.

Di hari selanjutnya kami mengadakan acara workshop tari dan karawitan dari UKJGS UGM. You know? Kami, UKJGS UGM mengajarkan tari Domba Nini Banyumasan kepada 24 mahasiswa Universiti Malaya. Selanjutnya kami juga mnegajarkan bagaimana memainkan gamelan gaya Surakarta. Respon mereka sangat bagus, dan begitu senang bisa mendapatkan ilmu baru. Sebaliknya kami, UKJGS UGM belajar tari Zapin, yaitu sebuah tarian tradisional dari Malaysia. Tidak hanya belajar budaya, kami juga mengajak mereka untuk berkeliling kampus UGM dan mencoba sepeda kampus. Selain itu Sebagai bentuk ucapan selamat datang di UGM. Setiap sudut kota Yogyakarta selalu membuat wisatawan asing terkagum. Seperti mereka, yang kamu ajak jalan-jalan ke Alun-Alun Selatan Yogyakarta, mengunjungi indahnya Borobudur, dan menyaksikan Ramayana Ballet sebagai ciri khas dari wisata di Prambanan. Tak cukup disana, tanggal 10 April kami menikmati indahnya Tamansari dan Keraton Yogyakarta. 

Tak lengkap rasanya jika mereka tidak kami ajak untuk wisata belanja. Pasar Beringharjo, Mirota Batik, dan deretan toko-toko sepanjang jalan Malioboro menjadi destinasi seru untuk mereka berbelanja. Sangat antusiasnya pun dalam sekejap mereka sudah mampu untuk menawar harga.
Pertemuan sementara ini, telah membuat kamu menjadi akrab. Namun jika ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tanggal 10 April mejadi malam puncak acara SUKADAYA. Pada farewell party yang dilaksanakan di Kagama UGM, walaupun sederhana tapi kami sudah merasa senang. Ikatan saudara yang singkat, membuat malam itu menjadi hangat seperti keluarga. Untuk memeriahkan acara, UKJGS menampilkan tari Domba Nini kemudian Fendi dan kawan-kawan dari Universiti Malaya menarikan tari Zapin. Keakraban berlanjut, kami saling bertukar kado. Sebagai penutupannya, bersama-sama kami menarikan tari Domba Nini dan dilanjutkan dengan tari Zapin. Indahnya menjalin persahabatan baru apalagi berbeda negara dan bisa bertukar budaya akan menjadi cerita indah di masa depan. Malaysia dan Indonesia adalah dua negara berbeda namun mampu untuk saling terbuka dan bertukar pikiran. Salam budaya!  



Author: Gunita Wahyu S.

Selasa, 25 Maret 2014

UKJGS Goes to Malaysia



Yogyakarta – UKJGS kembali lagi berkunjung ke negara seberang, Malaysia. Setelah sebelumnya pada tahun 2012,  UKJGS juga mengikuti festival gamelan di University Technology Petronas Malaysia, dan mendapatkan sekarang UKJGS mendapatkan undangan dari universitas yang sama untuk menjadi tamu kehormatan di acara Ensemble Of Gamelan (EOG).
            “Rencananya tim karawitan dari UKJGS akan berangkat ke Malaysia pada tanggal 27 Maret 2014 nanti. Event itu akan berlangsung pada tanggal 28 Maret 2014, dan rencananya UKJGS akan kembali ke tanah air tanggal 29 Maret 2014.” Kata Winda, selaku kepala Divisi Pementasan UKJGS 2014. Agenda yang cukup padat tentu telah menanti mereka, guys.
            Event ini akan di mulai tanggal 28 Maret 2014 pukul 19.30 waktu Malaysia. Bertempat di Conselor Hall, tempat itu merupakan hall untuk kegiatan mahasiswa University Technology Petronas Malaysia.
Rencananya di event ini UKJGS akan menapilkan 2 karawitan garapan yang diaransemen ulang oleh pak Joko suwito, bapak pelatih karawitan UKJGS. Yang pertama repertoar yang berjudul “Togok” lagu daerah asli Malaysia yang diaransemen dengan gaya karawitan jawa. Kemudian “Ciblon” gendhing garapan karya Pak Joko Suwito. Ciblon atau ceciblonan adalah sebuah permainan anak – anak ketika mereka sedang mandi di sungai atau telaga, dengan menepuk – nepuk air dengan telapak tangan mereka dihasilkanlah bunyi – bunyian air yang indah. “Pak Pung! Pak Pung! Pak Pung! Bah! Bah!” begitulah hasil suaranya. Biasanya ceciblonan dilakukan ketika mereka selesai bermain – main di pematang swah atau ladang.
UKJGS mengirim sebuah tim yang terdiri dari  14 orang dalam event tersebut. Pak Joko Suwito sebagai pelatih dan dosen UGM, Stage Manager yaitu Mas Zainal selaku ketua UKJGS yang nantinya akan mengurus seluruh kebutuhan semua anggota tim selama berada di Malaysia. Lalu siapa saja dari anak karawitan UKJGS yang terpilih mewakili UKJGS berangkat ke Malaysia? Ini nih, ada Winda, Niso, Yanuar, Ina, Rifan, Panggah, Irfan, Inggit, Ajeng, dan Hasan.
Tim karawitan dari Malaysia mengundang langsung UKJGS. Dan mereka menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut. Untuk acara di UTP mengadakan dua rangakaian event sekaligus selain karawitan ada event tari yang bernama FESCO. Dari UGM diwakili oleh FIB dan D3 B. Inggris. Sedangkan karawitan diwakili oleh UKJGS.
Saat ditanya bagaimana pihak Malaysia bisa tahu tentang UKJGS dengan semangat Winda menjawab,”Pertama kalinya UKJGS mengikuti event ini adalah setelah mengikuti dan menjuarai lomba tingkat internasional di ITB tahun 2011. Kebetulan dalam event ini UKJGS bertemu dengan tim karawitan dari Malaysia. Kemudian saling bertukar informasi.”
“EOG merupakan event baru di UTP tahun pertama tahun 2012 saat itu acara ulang tahun dari group di karawitan Malaysia tersebut. Sayangnya pada tahun 2013 UKJGS tidak dapat mengikuti event tersebut meskipun ukm mendapatkan undangan karena disaat yang sama UKJGS memiliki event lain di jawa timur.” Jelas Winda.

Untuk mendapatkan penampilan yang maksimal, tentu saja diperlukan latihan yang lebih disiplin dan lebih keras. Jika ada istilah, menikmati sebuah proses adalah jalan yang terbaik, maka istilah ini mampu meggambarkan bagaimana usaha tim karawitan UKJGS dalam persiapan menuju pentas di EOG. FYI, tim yang akan berangkat ke Malaysia hanya berlatih selama satu bulan, dari awal maret sampe akhir maret. Seminggu hanya latihan 2 kali, bisa diketahui dalam sebulan hanya latihan 8 kali. Dan semua bagian dalam karawitan ini dituntut untuk mampu menghafal 2 repertoar yang sudah di tentukan. Itu bukanlah hal yang mudah. Para anggota tim benar – benar harus berusaha dengan keras karena latihan yang hanya sebentar dan memiliki pentas – pentas lain, tapi sampai sekarang semua anggota masih bisa mengimbangi kegiatan di luar UKJGS. Salut ya!
 “Karawitan agak susah di bawa ke pentas internasional karena dalam sekali pentas harus membawa lebih dari 10 orang. Mungkin untuk temen – temen yang sudah ditunjuk sebagai wakil dari UGM, bersyukur dan melakukan yang terbaik agar mendapatkan hasil yang baik. Dan buat temen – temen yang belum belum mendapatkan kesempatan untuk mewakili UGM jangan patah semangat, tetap berlatih meskipun event seperti ini langka tapi sekali ada event seperti ini bisa menjadi sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan sangat berharga. Supaya ke depannya jika ada event – event serupa bisa maju mewakili UGM di kancah internasional.” Kata Winda dengan tersenyum lebar.
Asyik bukan? Bisa menjadi salah satu perwakilan UGM bahkan Indonesia dalam membawa seni budaya tanah air. So guys, jangan pernah menyerah selalu berusaha dan rajin untuk latihan. Dan selalu melakukannya dengan senang hati. Semua yang kita lakukan, seberat apapun itu jika kita senang dan ikhlas pasti hasilnya selalu maksimal. Salam budaya! And safe flight ya Tim Karawitan UKJGS! Ditunggu cerita fantastiknya.

Penulis : Rosyida Arbil (Divisi Media dan Humas UKJGS 2014)


Sabtu, 15 Maret 2014

Pentas Suramadu Pada Acara Charity Night


Yogyakarta - Malam mulai menjelang ketika gelanggang mahasiswa di kawasan jalan utama UGM mulai ramai. Terlihat banyak sekali kendaraan yang terparkir di dalam maupun di luar bangunan itu. Beberapa orang berlalu – lalang keluar masuk dari hall utama. Mereka mengenakan pita berwarna putih di baju mereka. Hari itu tanggal 14 Maret 2014 digelarlah acara charity concert gelanggang dengan tema: “Untukmu Indonesia, aku peduli”. Charity Concert ini diadakan untuk mengalang dana demi para korban bencana yang terjadi di Indonesia. Acara dimulai pukul 19.00 WIB yang dibuka oleh penampilan dari UKM Tari Bali UGM.


Tak hanya dari UKM Tari Bali UGM, beberapa UKM yang ada di UGM juga memberikan kontribusi dalam acara ini. Salah satunya adalah UKJGS. Kebetulan malam itu UKJGS menyumbang sebuah penampilan tari tradisional dari Jawa Timur yaitu tari suramadu. Tari Suramadu ini dibawakan oleh 3 perempuan cantik yaitu Masiun, Melya, dan Dian. Tari Suramadu ini mengisahkan tentang pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia yaitu dari Surabaya ke pulau Madura. Bersama – sama membangun jembatan tersebut demi kepentingan dan kesejahteraan kedepan bersama.

Mengenakan kostum kebaya sederhana dengan motif bunga – bunga berwarna hijau muda dan jarik. Dan tampah dari anyaman bambu sebagai properti pemanis tampilan mereka. Mereka tampil sukses membawa tarian ini. Dengan sentuhan agak centil dalam tari ini, mereka berhasil mencuri perhatian dari para penonton di sana.

“Mereka selalu bagus,” kata salah satu penonton yang bernama Alfi yang juga menyaksikan penampilan dari UKM UKJGS.”Saya suka melihat mereka.” tambahnya tersenyum.
Tak hanya datang dan menonton para pengunjung juga bisa mengabadikan moment di sana. Tepat sebelum masuk ke dalam hall utama terdapat spot untuk berfoto bersama dengan tema “Aku peduli” malam itu. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp5.000,00 untuk dua kali pemotretan dan langsung mendapatkan hasil cetaknya saat itu juga. Begitu juga para penari dari UKM UKJGS mereka juga menyempatkan untuk berfoto bersama di sana. Mengabadikan salah satu moment penting dalam hidup mereka.

Bukan hanya sekedar menampilkan tapi dari sinilah sebuah budaya asli bangsa dilestarikan. Apalagi budaya Indonesia yang semakin terkikis jaman yang semakin menyingkirkan kebudayaan sendiri. Bukan juga tentang banganya mereka bisa membawakan salah satu budaya asli dari Indonesia. Namun nilai dari penampilan mereka, dimana bukan hanya dibawakan dan dinikmati saja tapi sebuah ungkapan bahwa mereka juga bagian dari Indonesia yang saling peduli.

Pentas Gambyong Pareanom Pada Acara NSC Gama Oil 2014



Yogyakarta -  Tim tari putri UKJGS UGM pada hari Jumat, 14 Maret 2014 berkesempatan untuk memeriahkan acara National Studen Conference Gama Oil 2014 di Hotel Tentrem. UKJGS menampilkan tari Gambyong Pareanom sebagai pembuka acara NSC Gama Oil 2014. Mereka menampilkannya dengan maksimal dan mendapatkan perhatian yang banyak dari peserta konferensi.  Dengan lemah gemulainya, Tiara, Hesti, Lili, dan Lita membawakan setiap gerakan Tari Gambyong ini semakin sempurna.

Megah dan elegan suasana di NSC Gama Oil, Tari Gambyong memang yang paling cocok untuk pembukaan. Karena dari narasi tarinya saja, Gambyong Pareanom adalah tari untuk pembukaan. For Your Information guys, Tari Gambyong sebelum dikenal sebagai tari pembukaan, tari ini menjadi tari untuk menangkal hujan. Dengan balutan dodot (jarik) berwarna putih dengan corak coklat ditambah kemilau glitter yang menempel pada jarik, sampur berwana kuning, sanggul yang lengkap dengan rangkaian bunga melatinya, menjadikan tari tradisional ini tetap nampak anggun di tempat yang semodern Hotel Tentrem. Inilah kelebihan dari Tari Gambyong, jika suatu acara menginginkan terdapat nilai seni dan tradisional padahal acara tersebut resmi, pilihan tari ini akan sangat cocok sekali.

UKJGS UGM memang tidak kali ini saja mengisi pada acara resmi seperti NSC Gama Oil. Tari Gambyong UKJGS UGM juga pernah mengisi pada acara konferensi internasional, seminar internasional, workshop, ataupun gala dinner. Ditutup dengan tepuk tangan dri perserta NSC Gama Oil, pentas Gambyong Pareanom dapat dibilang sukses.

Selasa, 17 Desember 2013

PRESS RELEASE SEBELUM EVENT AMBAL WARSA 2013

PAGELARAN RAMAYANA AMBAL WARSA
KIDUNG ASMARA RAMA
UNIT KESENIAN JAWA GAYA SURAKARTA (UKJGS) UGM




Pagelaran Ramayana Ambal Warsa Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta merupakan kegiatan tahunan untuk memperingati hari ulang tahun UKJGS yang akan diselenggarakan pada Kamis, 19 Desember 2013 di Hall Gelanggang Mahasiswa UGM pada pukul 19.00 - selesai . UKJGS UGM (Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta) sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang merupakan wadah bagi mahasiswa Unisversitas Gadjah Mada mempersembahkan sebuah pagelaran agung sendratari Ramayana “KIDUNG ASMARA RAMA” yang mengisahkan tentang cinta seorang titisan Dewa Wisnu, Sri Rama, dan Dewi Shinta, putri dari Negeri Mantili. Kisah ini mengenalkan kita pada sebuah cinta yang suci berabad-abad silam. Disaat keangkaramurkaan datang, cinta mereka diuji dengan cobaan yang besar.

Acara ambal warsa yang diketuai oleh Gunita Wahyu Saktyanti menyediakan kuota untuk 200 penonton. Pementasan karya oleh anggota UKJGS diharapkan bisa menjadi tolak ukur dari hasil pencapaian atas proses yang telah berjalan sebelumnya dan dapat menjalin kerjasama yang baik antara UKJGS UGM dengan pihak media partner. UKJGS UGM telah hadir 45 tahun dengan terus mempertahankan budaya jawa khususnya gaya Surakarta, dan salah satu bentuk pengabdian kami adalah dengan ikut serta berpartisipasi sebagai pemain reguler dalam Pementasan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan yang kian hari makin diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu kami ingin mempersembahkan sebuah pementasan ini agar dapat dinikmati secara cuma-cuma oleh khalayak umum tanpa dipungut biaya (GRATIS). Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses melalui twitter (@ukjgs_ugm) dan facebook (UKJGS UGM).